Skinpress Rss

Selasa, 24 Mei 2011

Memurnikan Citra Islam yang Semakin Hilang

0



Blog Kang Robby - Kemajuan peradaban dunia tidak lepas dari pengaruh Islam. Karna Islam telah membuka mata dunia untuk menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Ini telah terbukti saat dimana dinasti-dinasti Islam berdiri dengan kokoh menyerukan kalimat tauhid, menjunjung tinggi keadilan suatu bangsa. hingga mencapai wilayah Eropa, tepatnya di Andalusia (Spanyol).

Kegemilangan Islam bukan hanya pada sektor keagamaan saja, akan tetapi mencakup bidang science, technology dan filsafat yang bermula dari azam dan tekad untuk terus belajar dari Negara pendahulu peradaban.

Berbagai buku karya Aristoteles, Plato, Socrates telah di terjemahkan sebagi pembuka cakrawala berfikir umat Islam. Hal ini membuktikan bahwa Islam agama universal.keandilan Islam mencakup segala aspek kehidupan tidak diragukan lagi bahwa Islam adalah agama kasih sayang bagi seluruh alam.

Kehadiran Islam sebagai agama universal memiliki citra yang tidak bisa di hilangkan itu karna Islam mengedepankan nilai-nilai Al-quran dan suannah agar kemurnian pemahaman ajaran Islam tidak hilang di telan masa. Sehingga, walaupun doktrin-doktrin kesesatan menyerang sendi-sendi ajaran Islam ia tidak sedikitpun menjadi penghalang kemulian Islam.


Islam di Era-Globalisasi

Perkembangan zaman dan peralihan peradaban pada abad ini sungguh begitu pesat sekali. Berbagai kemudahan telah manusia miliki sehingga banyak dari mereka lupa akan hakikat kehidupan. Mereka larut dalam kelamnya nafsu dunia dan terbawa pada khayalan semu,bahkan mereka berani menjadikan Islam sebagai alasan untuk menutupi kedangkalan pemikiran mereka. Yang lebih ironisnya lagi, mereka merasa bahwa pemikiran yang mereka expose dan agung-angung adalah pencerahan keislaman akan tetapi sebaliknya menghancurkan citra Islam itu sendiri. kalulah mereka sadar bahwa Islam bermuara pada Al-quran dan sunnah maka kehancuran citra Islam tidak mungkin terjadi. karna itu jika Islam di fahami melalui jalan fikiran aliran-aliran yang jauh dari Al-quran dan sunnah itu berarti bukan pemikiran Islam melainkan pemikiran manusia-manusia penghancur citra Islam itu sendiri.




Tidak heran jika semakin mereka menjauh dari Al-quran dan sunnah, kesesatan demi kesesatan terus hadir dari karya-karya berfikir mereka. Mengagungkan pemikiran yang keliru sebagai pedoman menjadikan jiwa semakin gelisah. segalanya difikirkan tanpa adanya pengamalan. Hal inilah yang merusak citra Islam sebagai agama yang sempurna.Islam tidak ingin di kelompok-kelompokkan menjadi aliran-aliran yang jauh dari Al-quran. Karna kesatuan ajaran Islam berasaskan Al-quran dan sunnah rasul.

menggingat itu semua Islam tidak ikut dalam percaturan politik radikal tetapi mewarnai politik dengan keadilan, kerendahan hati, jiwa menolong, yang pada akhirnya menyenangkan semua pihak baik muslim maupun nonmuslim.Kemurnian ajaran Islam tidak bisa di lukiskan oleh kata-kata hanya bisa dirasakan oleh hati. Jika hati telah mati maka lenyaplah kesadaran keislaman hakiki. Islam bukan agama Para pemikir-pemikir yang menghilangkan citra Islam karna kesadaran keislaman akan muncul dari hamba yang bertaqwa, beramal salih, bertafakur dengan ketaatan dengan keikhlasan untuk menuju kepada sang pencipta.




Terkadang kemilau dunia menyilaukan manusia untuk senantiasa mengingat destinasi akhir mereka. Seorang muslim harus menentukan langkah yang tepat sebagi jalan pemikiran terbaiknya hanya jiwa yang tenanglah mendapatkan ridho dan hidayah untuk kembali kepada Tuhan-Nya itulah jiwa yang membawa kemurnian nilai-nila Islam, jiwa hamba-hamba penjunjung tinggi Al-Quran dan sunnah mereka tidak memahami Islam sebagai agama yang perlu diubah tapi menjadikan Islam sebagai sarana untuk beramal salih dan membangun perdamaian di dunia.

Dunia saat ini membutuhkan manusia-manusia yang memiliki kredibilatas tinggi dalam merubah peradaban dunia. Liberalisme disegala aspek kehidupan membentuk manusia-manusia yang tidak mengedepankan norma-norma agama, ini sungguh suatu perkara yang menghilangkan citra Islam sebagai agama murni. Nilai-nilai Islam menyeru kepada Pedamaian dunia universal hal ini membuktikan bahwa Islam tidak menginginkan keadilan dalam satu komunitas saja. Melainkan Islam agama rahmatan lil alamin menjunjung tinggi keadilan dan hak individu masyarakat dengan dibarengi dengan aturan-aturan dari Al-quran dan sunnah rasul.

0 komentar:

Posting Komentar